{"id":64,"date":"2026-04-29T21:13:53","date_gmt":"2026-04-29T14:13:53","guid":{"rendered":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/?p=64"},"modified":"2026-04-30T06:08:55","modified_gmt":"2026-04-29T23:08:55","slug":"program-pelatihan-karyawan-yang-efektif-dan-terukur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/program-pelatihan-karyawan-yang-efektif-dan-terukur\/","title":{"rendered":"Program Pelatihan Karyawan yang Efektif dan Terukur"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernahkah Anda merasa bahwa anggaran pengembangan SDM yang dialokasikan perusahaan menguap begitu saja tanpa hasil yang nyata? Banyak pemimpin bisnis terjebak dalam siklus &#8220;pelatihan formalitas&#8221; yang hanya menggugurkan kewajiban tanpa memberikan dampak signifikan pada performa bisnis maupun tingkat retensi. Membangun&nbsp;<strong>Program Pelatihan Karyawan yang<\/strong>&nbsp;efektif bukan sekadar tentang menyewa pembicara hebat atau memesan katering hotel bintang lima; ini adalah tentang memitigasi risiko kesenjangan kompetensi yang dapat melumpuhkan daya saing perusahaan Anda di pasar global yang semakin volatil.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Indoglobal Partners, kami sering menemui manajemen yang frustrasi karena setelah mengikuti berbagai&nbsp;<em>workshop<\/em>, perilaku dan produktivitas karyawan tetap jalan di tempat. Ketidaksesuaian antara modul pelatihan dengan kebutuhan aktual di lapangan tidak hanya membuang biaya (<em>budget waste<\/em>), tetapi juga menurunkan moral karyawan yang merasa waktu mereka terbuang sia-sia. Sebagai konsultan HRD profesional, kami memahami bahwa setiap investasi pada manusia harus memiliki metrik keberhasilan yang jelas, baik dari sisi peningkatan&nbsp;<em>skill<\/em>&nbsp;teknis maupun kepatuhan terhadap standar industri.<\/p>\n\n\n\n<p>Solusinya terletak pada pendekatan berbasis data dan hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Indoglobal Partners hadir untuk memastikan bahwa setiap inisiatif pengembangan bakat yang Anda ambil tidak hanya transformatif bagi individu, tetapi juga memperkuat struktur organisasi secara hukum dan operasional. Mari kita bedah bagaimana merancang strategi yang tidak hanya bersifat kosmetik, namun benar-benar menjadi penggerak utama pertumbuhan perusahaan Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Strategi Menyusun Program Pelatihan Karyawan yang Sesuai Regulasi dan Standar Human Capital<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam perspektif hukum ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya merujuk pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan aturan turunannya, pengembangan kompetensi merupakan hak pekerja sekaligus kewajiban yang memberikan nilai tambah bagi pengusaha. Namun, implementasinya di lapangan sering kali mengabaikan aspek pengukuran (<em>measurability<\/em>). Sebuah program dikatakan efektif jika mampu menjawab tantangan bisnis saat ini sambil tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku, memastikan bahwa investasi tersebut terlindungi dari risiko sengketa atau ketidakpatuhan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Transisi dari sekadar &#8220;memberi pelatihan&#8221; menjadi &#8220;mengelola kapabilitas&#8221; memerlukan pemahaman mendalam tentang ekosistem kerja. Bukan hanya soal materi apa yang diberikan, melainkan bagaimana materi tersebut diserap, diterapkan, dan akhirnya diukur dampaknya terhadap Key Performance Indicators (KPI) perusahaan. Melalui integrasi antara teori manajemen SDM modern dan kepatuhan regulasi, perusahaan dapat menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan dan memacu inovasi tanpa henti.<\/p>\n\n\n\n<p>Melanjutkan pembahasan sebelumnya, menciptakan&nbsp;<strong>Program Pelatihan Karyawan yang<\/strong>&nbsp;komprehensif bukan sekadar memenuhi agenda tahunan HRD. Hal ini merupakan investasi strategis yang berdampak langsung pada&nbsp;<em>bottom-line<\/em>&nbsp;perusahaan. Sebagai praktisi HR, kita harus memahami bahwa efektivitas pelatihan bergantung pada keselarasan antara visi bisnis dan kebutuhan individu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Strategi Membangun Program Pelatihan Karyawan yang Berkelanjutan<\/h2>\n\n\n\n<p>Keberhasilan sebuah inisiatif pengembangan SDM dimulai dari fondasi yang kuat. Perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode &#8220;satu ukuran untuk semua&#8221; (<em>one size fits all<\/em>). Strategi fundamental harus melibatkan pemetaan kompetensi yang tajam dan integrasi teknologi untuk memastikan&nbsp;<strong>skalabilitas<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>retensi pengetahuan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui pendekatan sistematis, HR dapat bertransformasi dari sekadar fungsi administratif menjadi mitra strategis bisnis (<em>Strategic Business Partner<\/em>). Hal ini memerlukan pemahaman mendalam tentang&nbsp;<strong>Manajemen Modal Manusia (Human Capital Management)<\/strong>&nbsp;yang modern.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Training Needs Analysis (TNA) Berbasis Kompetensi dan Regulasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama yang mutlak dilakukan adalah&nbsp;<strong>Analisis Kebutuhan Pelatihan (TNA)<\/strong>. Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan (<em>skill gap<\/em>) antara kemampuan karyawan saat ini dengan standar performa yang diharapkan. Secara praktis, HR harus merujuk pada&nbsp;<strong>Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)<\/strong>&nbsp;untuk memastikan materi pelatihan relevan dengan standar industri.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam menyusun SOP pelatihan, pastikan Anda juga mempertimbangkan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan di Indonesia, termasuk UU No. 13 Tahun 2003 yang menekankan hak setiap pekerja untuk meningkatkan kompetensi kerja. TNA yang efektif akan menghasilkan&nbsp;<strong>kurikulum berbasis output<\/strong>&nbsp;yang secara spesifik menyasar kelemahan teknis (<em>hard skills<\/em>) maupun manajerial (<em>soft skills<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Implementasi Blended Learning dan Personalisasi Materi<\/h3>\n\n\n\n<p>Di era digital,&nbsp;<strong>Program Pelatihan Karyawan yang<\/strong>&nbsp;efektif harus mengadopsi metode&nbsp;<em>blended learning<\/em>. Pendekatan ini menggabungkan sesi tatap muka (<em>offline<\/em>) dengan modul daring (<em>online<\/em>) yang fleksibel. Personalisasi materi menjadi kunci; setiap divisi atau tingkatan jabatan memerlukan pendekatan yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, untuk level manajerial, fokuskan pada&nbsp;<strong>Leadership Development<\/strong>&nbsp;dan pengambilan keputusan strategis. Sementara untuk staf operasional, fokuslah pada efisiensi kerja dan penggunaan&nbsp;<em>tools<\/em>&nbsp;terbaru. Untuk mengoptimalkan seluruh proses ini, banyak perusahaan besar kini menggunakan&nbsp;<a href=\"https:\/\/indoglobalpartners.com\/services\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Layanan Manajemen SDM Indoglobal Partners<\/a>&nbsp;guna mendapatkan pendampingan ahli dalam menyusun jalur karier dan sistem pembelajaran yang terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pengukuran Efektivitas dengan Model Kirkpatrick dan ROI<\/h3>\n\n\n\n<p>Program pelatihan yang tidak terukur adalah pemborosan anggaran. HR harus mampu membuktikan&nbsp;<strong>Return on Investment (ROI)<\/strong>&nbsp;dari setiap rupiah yang dikeluarkan. Salah satu standar emas dalam pengukuran ini adalah&nbsp;<strong>Model Evaluasi Kirkpatrick<\/strong>&nbsp;yang terdiri dari empat level:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Reaction:<\/strong>\u00a0Sejauh mana peserta merasa pelatihan ini bermanfaat?<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Learning:<\/strong>\u00a0Apakah ada peningkatan pengetahuan atau keterampilan setelah pelatihan?<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Behavior:<\/strong>\u00a0Apakah karyawan menerapkan ilmu baru tersebut di tempat kerja?<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Results:<\/strong>\u00a0Bagaimana dampaknya terhadap produktivitas, pengurangan\u00a0<em>error<\/em>, atau peningkatan penjualan?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan mengintegrasikan&nbsp;<strong>Key Performance Indicators (KPI)<\/strong>&nbsp;sebelum dan sesudah pelatihan, perusahaan dapat melihat korelasi nyata antara pengembangan bakat dengan pertumbuhan laba.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan Metode Pelatihan untuk Efisiensi Optimal<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut adalah ringkasan perbandingan metode pelatihan yang dapat Anda jadikan referensi dalam menyusun program tahunan:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Metode Pelatihan<\/th><th>Keunggulan Utama<\/th><th>Tingkat Biaya<\/th><th>Efektivitas Retensi<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Workshop Tatap Muka<\/strong><\/td><td>Interaksi langsung &amp; praktik intensif<\/td><td>Tinggi<\/td><td>Sangat Tinggi<\/td><\/tr><tr><td><strong>E-Learning (Self-Paced)<\/strong><\/td><td>Fleksibel &amp; mudah diskalakan<\/td><td>Rendah<\/td><td>Sedang<\/td><\/tr><tr><td><strong>On-the-Job Training<\/strong><\/td><td>Relevansi tugas 100% akurat<\/td><td>Rendah<\/td><td>Tinggi<\/td><\/tr><tr><td><strong>Blended Learning<\/strong><\/td><td>Keseimbangan fleksibilitas &amp; interaksi<\/td><td>Sedang<\/td><td>Tinggi<\/td><\/tr><tr><td><strong>Mentoring\/Coaching<\/strong><\/td><td>Pengembangan personal jangka panjang<\/td><td>Sedang<\/td><td>Sangat Tinggi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Analisis Jangka Panjang &amp; Dampak terhadap Perusahaan<\/h2>\n\n\n\n<p>Investasi pada&nbsp;<strong>Program Pelatihan Karyawan yang<\/strong>&nbsp;terukur memberikan dampak berantai (<em>multiplier effect<\/em>) bagi kesehatan organisasi. Secara jangka panjang, perusahaan yang memprioritaskan pengembangan SDM akan memiliki tingkat&nbsp;<strong>retensi karyawan<\/strong>&nbsp;yang jauh lebih tinggi. Karyawan merasa dihargai dan melihat adanya jalur karier yang jelas melalui peningkatan kompetensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, program pelatihan yang solid membangun&nbsp;<strong>budaya belajar (Learning Culture)<\/strong>. Dalam ekosistem bisnis yang cepat berubah, kemampuan adaptasi adalah aset terpenting. Perusahaan yang sukses bukanlah yang memiliki modal paling besar, melainkan yang memiliki SDM paling tangkas dalam mempelajari teknologi dan strategi baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara finansial, peningkatan efisiensi kerja melalui pelatihan dapat mengurangi biaya operasional jangka panjang. Kesalahan kerja (<em>human error<\/em>) berkurang, kepuasan pelanggan meningkat, dan inovasi lahir dari dalam organisasi sendiri. Dengan demikian, pelatihan bukan lagi dipandang sebagai pengeluaran (<em>expense<\/em>), melainkan sebagai&nbsp;<strong>aset strategis<\/strong>&nbsp;yang menjamin keberlanjutan bisnis di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui penerapan SOP yang ketat, analisis data yang akurat, serta kemitraan dengan konsultan ahli, program pengembangan SDM Anda akan menjadi motor penggerak utama dalam mencapai visi dan misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Studi Kasus Nyata: Transformasi Hambatan Menjadi Peluang Ekspansi<\/h2>\n\n\n\n<p>Memahami regulasi di atas kertas adalah satu hal, namun melihat bagaimana variabel tersebut berinteraksi di lapangan memberikan perspektif yang berbeda. Berikut adalah dua skenario nyata yang sering dihadapi investor saat memasuki pasar Indonesia melalui PT PMA.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Skenario 1: Ekspansi Perusahaan SaaS Global (Sektor Teknologi)<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebuah perusahaan perangkat lunak asal Singapura ingin mendirikan kantor operasional di Jakarta. Kendala utama mereka adalah klasifikasi KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang tepat agar bisa mendapatkan insentif pajak serta izin kerja tenaga kerja asing (KITAS) untuk tim pengembang inti.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Solusi &amp; Hasil:<\/strong>&nbsp;Melalui pendampingan ahli, perusahaan ini melakukan pemetaan risiko berdasarkan OSS RBA (<em>Risk-Based Approach<\/em>). Dengan memilih kode KBLI yang sesuai dengan aktivitas&nbsp;<em>Digital Platform<\/em>, mereka berhasil memproses NIB (Nomor Induk Berusaha) hanya dalam hitungan hari. Mereka juga memanfaatkan regulasi terbaru mengenai&nbsp;<em>Positive Investment List<\/em>&nbsp;yang memungkinkan kepemilikan asing 100%, sehingga memberikan kontrol penuh bagi kantor pusat di Singapura untuk menjaga standar kualitas layanan global mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Skenario 2: Pendirian Pabrik Manufaktur Ramah Lingkungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Investor dari Korea Selatan berencana membangun pabrik komponen elektronik di Jawa Tengah. Tantangannya meliputi pembebasan lahan, izin lingkungan (AMDAL\/UKL-UPL), dan integrasi dengan tenaga kerja lokal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Solusi &amp; Hasil:<\/strong>&nbsp;Strategi yang diambil adalah melakukan&nbsp;<em>Due Diligence<\/em>&nbsp;hukum secara menyeluruh sebelum transaksi lahan dilakukan. Dengan mengikuti prosedur sinkronisasi data spasial (GWPAS) melalui sistem OSS, perusahaan memastikan bahwa lahan yang dibeli berada di zona industri yang legal. Hasilnya, pabrik mulai beroperasi 6 bulan lebih cepat dari proyeksi awal, menghindari denda administratif, dan mendapatkan kepercayaan penuh dari pemerintah daerah setempat.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan Umum (FAQ Seputar Pendirian Usaha &amp; Investasi)<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah rangkuman pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pelaku usaha global terkait ekosistem bisnis di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa modal minimal untuk mendirikan PT PMA di Indonesia?<\/h3>\n\n\n\n<p>Berdasarkan regulasi terbaru (Peraturan BKPM), modal ditempatkan dan disetor minimal untuk PT PMA adalah&nbsp;<strong>Rp10 Miliar<\/strong>, tidak termasuk nilai tanah dan bangunan. Investor wajib menyetorkan setidaknya 25% dari modal dasar tersebut pada saat pendirian perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa itu OSS RBA dan mengapa itu penting bagi investor?<\/h3>\n\n\n\n<p>OSS RBA (<em>Online Single Submission Risk-Based Approach<\/em>) adalah sistem perizinan berusaha yang mengelompokkan izin berdasarkan tingkat risiko (Rendah, Menengah Rendah, Menengah Tinggi, dan Tinggi). Semakin rendah risikonya, semakin mudah dan cepat proses perizinannya, yang bertujuan untuk memangkas birokrasi bagi investor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah investor asing diizinkan memiliki properti di Indonesia?<\/h3>\n\n\n\n<p>Investor asing tidak dapat memiliki tanah dengan hak milik (SHM). Namun, melalui badan hukum PT PMA, investor memiliki&nbsp;<strong>Hak Guna Bangunan (HGB)<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>Hak Pakai<\/strong>, yang memberikan legalitas kuat untuk menguasai dan menggunakan lahan atau bangunan dalam jangka waktu panjang (biasanya 30 tahun dan dapat diperpanjang).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurus KITAS bagi direktur asing?<\/h3>\n\n\n\n<p>Proses pengurusan RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing) hingga terbitnya KITAS elektronik biasanya memakan waktu&nbsp;<strong>2 hingga 4 minggu<\/strong>, tergantung pada kelengkapan dokumen perusahaan dan respons dari instansi terkait (Kemenaker dan Imigrasi).<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan &amp; Langkah Eksekusi<\/h2>\n\n\n\n<p>Menavigasi lanskap bisnis di Indonesia memerlukan lebih dari sekadar modal besar; ia membutuhkan strategi kepatuhan yang presisi dan pemahaman mendalam tentang dinamika regulasi lokal yang terus berkembang. Dari pemilihan kode KBLI yang akurat hingga pemenuhan kewajiban laporan investasi (LKPM), setiap detail menentukan keberhasilan jangka panjang perusahaan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan biarkan ambiguitas birokrasi menghambat visi ekspansi Anda. Langkah eksekusi terbaik adalah bermitra dengan konsultan yang memiliki rekam jejak teruji dalam menjembatani kepentingan investor global dengan ekosistem hukum Indonesia. Dengan persiapan yang matang hari ini, Anda tidak hanya mendirikan perusahaan, tetapi sedang membangun pondasi kesuksesan di salah satu pasar paling potensial di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n<p>Indoglobal Partners hadir sebagai mitra strategis Anda untuk memastikan setiap tahapan legalitas dan operasional berjalan tanpa hambatan, efisien, dan sepenuhnya patuh pada hukum yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-white-color has-white-background-color has-text-color has-background has-link-color wp-elements-b3a5b15eb6b941d8b385dda5ea203186\"><a href=\"https:\/\/indoglobalpartners.com\/contact\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Konsultasi Gratis dengan Indoglobal Partners Sekarang<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\".single-post .entry-content p {     text-align: justify; }\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda merasa bahwa anggaran pengembangan SDM yang dialokasikan perusahaan menguap begitu saja tanpa hasil yang nyata? Banyak pemimpin bisnis terjebak dalam siklus &#8220;pelatihan formalitas&#8221; yang hanya menggugurkan kewajiban tanpa memberikan dampak signifikan pada performa bisnis maupun tingkat retensi. Membangun&nbsp;Program Pelatihan Karyawan yang&nbsp;efektif bukan sekadar tentang menyewa pembicara hebat atau memesan katering hotel bintang lima; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[73,54,58,66,72,60,59,64,69,68,56,51,75,57,70,53,63,71,55,62,74,67,52,65,61],"class_list":["post-64","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hrd","tag-corporate-training","tag-employee-training","tag-evaluasi-pelatihan","tag-hr-development","tag-human-capital-development","tag-ld","tag-learning-and-development","tag-manajemen-pelatihan","tag-pelatihan-berbasis-kompetensi","tag-pelatihan-berbasis-kpi","tag-pelatihan-efektif","tag-pelatihan-karyawan","tag-pelatihan-profesional","tag-pelatihan-terukur","tag-pengembangan-karyawan","tag-pengembangan-sdm","tag-peningkatan-kompetensi","tag-produktivitas-karyawan","tag-program-pelatihan-kerja","tag-reskilling","tag-sistem-pelatihan-sdm","tag-strategi-pelatihan","tag-training-karyawan","tag-training-management","tag-upskilling-karyawan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65,"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64\/revisions\/65"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoglobalpartners.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}